BitCoin Ditengah Harapan dan Keresahan Investor

64
Bitcoin

BitCoin tengah menjadi berita hangat dunia beberapa waktu ini, termasuk di Indonesia. Ada beberapa alasan mengapa namanya menjadi sangat populer di media massa yang bukan hanya di bidang keuangan, tetapi juga menyangkut masalah politik dan sosial. Alasan yang pertama adalah harga uang virtual yang melonjak tinggi, bahkan pernah menyentuh angka Rp. 60 juta. Selain itu, BitCoin mendapat sorotan akibat pelarangan yang dilakukan oleh pemerintah Republik Rakyat China sehingga banyak sekali pasar BitCoin di China yang menyatakan tutup dan akan ditutup semua di akhir bulan September ini.

Apa itu Uang Virtual Bitcoin

Melonjaknya harga Bitcoin memberikan harapan bagi para investor karena bisa membawa keuntungan yang sangat besar. Namun, kenyataan ini juga membuat beberapa investor resah akibat kemungkinan terjadinya bubble atau pengelembungan yang akhirnya bisa meledak. Jika terjadi seperti itu, harga BitCoin bisa turun drastis dan membawa kerugian yang nilainya luar biasa.

Kemungkinan terjadinya bubble yang meledak ini disinyalir menjadi salah satu alasan mengapa negara China melarang peredaran uang virtual di negaranya, selain alasan lain seperti mudahnya uang virtual digunakan dalam korupsi, pencucian uang, penipuan, dan lain sebagainya, termasuk alasan politik keuangan negeri tirai bambu tersebut.

Pelarangan yang dilakukan negara China, menimbulkan keresahan yang cukup besar karena China merupakan negara dengan perdagangan BitCoin terbesar. Oleh karena itulah, harga BitCoin sempat menurun setelah munculnya pelarangan tersebut.

Keberadaan uang virtual memang mengundang banyak kontroversi. Berbeda dengan uang elektronik yang dikeluarkan oleh suatu lembaga yang nilainya masih mengikuti aturan pasar uang konvensional dan masih dikendalikan oleh bank sentral, uang virtual menggunakan sistem blockchain atau rantai blok yang terbuka sehingga nilainya sepenuhnya berada di tangan pasar. Nilai uang virtual bisa berubah dengan sangat cepat dan tidak ada satupun negara yang memiliki kekuasaan untuk mengendalikan nilainya.

Namun, uang virtual juga memiliki kelebihan terutama dalam keamanan transaksi karena tidak memerlukan input data kartu kredit atau debit saat melakukan transaksi. Selain itu, transaksi juga dilakukan dengan lebih transparan antara pihak pembeli dan penjual yang saling melakukan verifikasi langsung terhadap proses transaksi. Selain itu, teknologi blockchain juga berkembang pesat di berbagai bidang sehingga uang virtual mulai menjadi budaya baru dalam kehidupan masyarakat masa kini.