Geger Obat PCC di Kendari Indonesia Menjadi Waspada

59
Obat PCC berbahaya di kendari

Obat PPC sekarang sedang hangat menjadi perbincangan media masa. Setelah kejadian sosial yang menggegerkan di Kendari saat puluhan orang menjadi zombie setelah meminum obat PCC, Indonesiapun menjadi waspada. Walaupun kejadian ini terjadi di daerah timur Indonesia, namun kasus serupa bukan tidak mungkin terjadi di daerah lain yang jauh bersebrangan.

Penyalah Gunaan Obat PCC

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek langsung mengkonfirmasi kejadian penyalahgunaan obat di Kendari dan menyatakan keprihatinannya. Menkes meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) agar segera melakukan identifikasi terhadap obat PPC tersebut dan bisa menetapkan status obat tersebut dalam golongan zat adiktif.

Obat PCC

Dinas Kesehatan di daerah lain juga menjadi waspada akibat kejadian di Kendari ini. Contohnya adalah Dinkes DKI yang melalui Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto segera mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak sembarangan saat mengkonsumsi obat.

Kepala Dinkes DKI tersebut berpesan bahwa membeli obat PCC hanya dilakukan bila sakit saja. “Kalau tidak ya jangan di konsumsi”, begitu tambahnya. Selain itu, beliau juga berpesan agar masyarakat patuh pada resep yang diberikan dokter. “Jika diminta tiga kali sehari masing-masing satu tablet, ya patuhi”.

Selain Dinas Kesehatan, Badan POM  juga langsung bekerja cepat karena masalah obat PCCmerupakan area tanggung jawabnya. BPOM sendiri sebenarnya sudah melarang peredaran seluruh obat yang mengandung Karisoprodol, termasuk PCC sejak tahun 2013  yang lalu. Oleh karena itulah, peredaran PCC di Kendari adalah ilegal.

Kejadian sosial di Kendari yang berhubungan dengan penyalahgunaan obat sebenarnya bukan yang pertama. Sebelumnya, obat-obatan Somadril, Tramadol, dan obat PCC yang sering disebut masyarakat dengan obat mumbul sudah banyak digunakan dengan cara yang salah. Menurut seorang sumber, obat-obatan mumbul tersebut banyak tersedia di apotek bahkan warung pinggir jalan dengan harga yang murah.

Selain di Kendari, menggunakan obat dengan tujuan yang salah sebenarnya sering dilakukan masyarakat dan hampir menjadi budaya yang tidak benar. Sebagai contoh adalah penggunaan CTM sebagai obat tidur, padahal CTM adalah obat anti alergi.

Selain tujuan penggunaan yang salah, banyak juga yang melakukan hal-hal aneh dengan obat-obatan seperti mencampur obat flu dengan minuman beralkohol. Obat flu merupakan obat bebas yang tingkat bahayanya rendah saat digunakan dengan wajar, tetapi menjadi berbahaya jika dicampur dengan alkohol. Oleh karena itulah, masyarakat dihimbau untuk tidak pernah mengkonsumsi obat dengan cara yang tidak wajar.