Polemik Pemutaran Film G30S PKI

45
G30S PKI

Pemutaran film G30S PKI yang menuai pro kontra dari banyak pihak. Sepertinya tak ada hari tanpa polemik yang muncul di negeri ini karena memang segala sesuatu pasti memiliki pro dan kontra. Ada pihak yang menganggap bahwa pemutaran film tersebut tak perlu dilakukan setelah sekian tahun dihentikan pemutarannya. Namun, sebagian lainnya merasa bahwa pemutaran film tersebut adalah sah-sah saja untuk dilakukan.

Salah satu pihak yang menyampaikan pendapatnya terkait pemutaran film G30S PKI adalah Wakil Ketua Komisi I DPR RI di bidang pertahanan, intelejen, luar negeri, komunikasi, dan informatika, Hanafi Rais yang menilai bahwa pemutaran film tersebut adalah sah-sah saja dilakukan. Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir ini, bangsa Indonesia sepertinya sedang menghadapi suasana keterputusan sejarah di mana banyak anak muda bangsa ini yang kurang mengenal sejarah termasuk bagaimana perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan pemberontakan komunis.

Saat ini, dominasi jumlah penduduk Indonesia adalah berasal dari generasi yang lahir sekitar tahun 1990 hingga 2000 yang mana banyak sekali generasi muda bangsa ini yang kurang paham bahkan tidak paham terhadap sejarah yang ada pada bangsa ini. Hal ini tentu sangat disayangkan karena bagaimanapun adanya bangsa ini pastinya juga tak akan pernah lepas dari sejarah yang digoreskannya di masa lalu termasuk bagaimana Indonesia berjuang melawan pemberontakan komunis.

Menurut Hanafi, pemberontakan tidak hanya sekali terjadi tetapi beberapa kali sehingga bila saat ini terdapat upaya yang bertujuan untuk mengingatkan sejarah kelam saat PKI berkuasa secara politik bahkan termasuk juga memegang senjata dari organisasi underbow-nya maka bila saat ini ada pemutaran film G30S PKI maka hal ini tentu sah-sah saja untuk dilakukan.

Hanafi menambahkan bahwa sejarah memang bisa ditafsirkan. Terkait film G30S PKI yang dianggap kurang pas dengan kondisi dan situasi sebenarnya peristiwa pemberontakan PKI pada tahun 1965, namun demikian melalui film tersebut, masyarakat Indonesia akan semakin memahami bahaya yang nyata dari keberadaan PKI di masa itu. Ini pastinya bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Bila pemerintah ingin membuat film terbaru tentang bahaya komunis maka akan mengubah film yang sudah ada dengan isi lain karena hal ini justru akan menjadi sebuah pembelokan sejarah. Ketika merencanakan untuk membuat film baru maka sebaiknya film tersebut berisi tentang bagaimana bahaya komunisme yang sesuai dengan era sekarang karena pastinya terjadi banyak perbedaan.