Pengembang Villatel Dituntut Lebih Berinovasi Hadapi Pasar Properti yang Lesu

24
Pengembang Vila

Saat ini, pasar properti sepertinya sedang lesu, hal ini menuntut para pengembang untuk bisa melakukan sejumlah inovasi proyek termasuk pengembangan villatel atau villa hotel.

Djoko Purwoko yang merupakan pemilik PT Mahakarya Evelyn-Almeera Mughnii Development mengatakan bahwa penggunaan sertifikat hak milik bagi para investor bis memacu pasar sewa. Melalui hak milik maka unit yang dimiliki juga bisa lebih terjamin dan menguntungkan. Bagaimanapun unit bisa menjadi milik konsumen yang mana setiap saat bisa dijual kembali.

Menurutnya, selama ini banyak proyek villa hotel yang masih menggunakan Sertifikat Hak Guna Bangunan. Dengan adanya konsep hak milik, hal ini diyakini bisa menarik minat investasi apalagi dengan diferensiasi.

Salah satu upaya yang dilakukan Djoko untuk lebih meyakinkan calon investor adalah dengan memberikan garansi pendapatan sewa senilai lima juta rupiah per bulan selama masa kredit pemilikan rumah maksimal 15 tahun. Dan, garansi sewa tersebut mulai dihitung setelah villatel beroperasi selama tujuh bulan. Pendapatan sewa pun mendapatkan pembagian yang cukup menarik di mana 70 persen untuk investor sedangkan 30 persen untuk pengembang. Dengan adanya garansi tersebut, meski tidak mendapatkan penyewa dalam sebulan, investor bisa mendapatkan garansi sewa senilai lima juta rupiah per bulannya.

Djoko menilai bahwa tingkat okupansi untuk proyek tersebut diprediksi masih cukup stabil yaitu mampu mencapai 45 hingga 70 persen. Di tahap pertama dipasarkan 100 unit villatel dan dari jumlah tersebut setidaknya sudah ada 59 unit yang telah dipesan. Dan, proyek villatel itu sendiri ditargetkan bisa rampung pada pertengahan 2019.

PT Mahakarya Evelyn-Almeera Mughnii Development (Mughnii Land) saat ini tengah melakukan proses penyelesaian proyek villa mewah berkonsep villa hotel di kawasan pantai Baraban, Tanah Lot Bali yang berdiri di atas lahan dengan luas 16 hektare. Villa hotel dengan konsep resort yang ada di kawasan pesisir Pantai Baraban, Tabanan Bali tersebut akan terdiri dari 827 unit yang seluruhnya dijual kecuali ada 20 unit tertentu sebagai milik dari pengembang.

Dengan pasar properti yang bisa naik dan turun, para pengembang termasuk pengembang villatel hendaknya bisa lebih berinovasi sehingga mampu menarik investor.