Ekspor Mebel Menurun Akibat Kesulitan Mendapatkan Bahan Baku

39
Ekspor Mebel Menurun

Soenoto selaku Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir ini ekspor mebel menurun akibat kelangkaan bahan baku rotan.

Tak dapat dipungkiri bahwa langkanya bahan baku pastinya akan sangat berpengaruh terhadap industri mebel serta kerajinan yang ada di Indonesia, yang mana hal ini bisa dilihat dengan adanya penurunan kinerja. Tentu saja, langkanya bahan baku rotan terjadi juga bukan tanpa sebab. Salah satu penyebab yang cukup mendominasi terhadap kelangkaan bahan baku rotan adalah masih terus berlangsungnya penyelundupan bahan baku rotan ke beberapa negara tujuan seperti Vietnam, Cina, dan lainnya. dengan semakin langkanya bahan baku rotan yang ada saat ini, tak mengherankan bila ekspor mebel Indonesia ke sejumlah negara termasuk Amerika menjadi semakin kalah dari negara lainnya khususnya Cina dan Vietnam.

Padahal sebelumnya, Indonesia pernah menjadi eksportir utama bahan baku rotan yang diikuti oleh Singapura yang faktanya Singapura tidak memiliki lahan ataupun hutan yang ditumbuhi rotan. Sejak akhir 2011, pemerintah telah memberlakukan kebijakan larangan untuk ekspor bahan baku rotan. Dan hingga saat ini, Singapura masih menjadi eksportir utama bahan baku rotan meskipun nilai ekspornya juga terus mengalami penurunan.

Ada dugaan bahwa rotan yang diekspor Singapura disinyalir merupakan rotan ilegal yang kemungkinan besar dari Indonesia yang artinya meski kebijakan larangan ekspor rotan telah diberlakukan, hal ini rupanya justru membuat aksi penyelundupan rotan terus terjadi.

Menurut Soenoto, industri mebel serta kerajinan rotan Indonesia membutuhkan jaminan pasokan bahan baku dalam jangka panjang serta bersifat lestari. Oleh karena itu, HIMKI akan terus mendukung pemberlakuan Permendag no 35/M-DAG/PER/11/2011 tentang ketentuan ekspor rotan yang menyebutkan di dalamnya bahwa adanya larangan ekspor rotan dalam bentuk rotan mentah ataupun rotan setengah jadi (poles, kulit, fitrit). Adanya larangan ini sangat penting karena industri mebel serta kerajinan rotan di dalam negeri sendiri sangat membutuhkan bahan baku semua jenis rotan. Selain itu, HIMKI juga berharap bahwa seluruh sumber daya alam yang ada di Indonesia bisa diolah di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah sebesar-besarnya.

Bila saat ini ternyata bahan baku rotan menjadi sangat langka dan berimbas pada ekspor mebel menurun, hal ini tentu harus bisa mendapatkan solusi terbaik secepatnya sehingga para pengusaha industri rotan di berbagai wilayah termasuk sentra-sentra industri mebel dalam skala kecil juga tidak gulung tikar akibat kelangkaan bahan baku untuk usahanya.