Mulai Maret 2019, Warga Jakarta bisa Menikmati Fasilitas Mass Rapid Transit (MRT)

41
Mass Rapid Transit

Di akhir kuarta 3 2017, progres konstruksi Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta pada fase pertama telah mencapai lebih dari 80% yang mencakup pengerjaan struktur bawah tanah serta struktur layang. Dari data PT MRT Jakarta diketahui bahwa konstruksi MRT Jakarta ditarget bisa selesai pada pertengahan 2018. Konstruksi yang berkaitan dengan proyek MRT Jakarta tersebut meliputi pembangunan jalur bawah tanah, jalur layang, railway system, depo, serta pemasangan rel.

Setelah konstruksi diselesaikan sesuai target di Juli 2018, proses selanjutnya adalah menuju operasi MRT pada Maret 2019 yang dimulai dengan proses tes integrasi kereta serta commisioning hingga akhir 2018. Selanjutnya, kereta bisa diujicoba operasinya pada awal tahun 2019 hingga akhirnya bisa secara resmi beroperasi pada Maret 2019.

Menurut Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar, dengan melihat perkembangan proyek yang ada saat ini, bisa dipastikan bahwa proyek MRT Jakarta akan beroperasi sebagaimana yang telah dijadwalkan.

Saat ini, PT MRT Jakart sedang mempersiapkan sumber daya manusia menuju operasionalnya nanti. Perusahaan tersebut juga telah mengirimkan beberapa karyawan untuk mengikuti pelatihan masinis di Malaysia dalam rangka mencapai target. Secara menyeluruh, persiapan operasi serta maintenance yang mencakup kesiapan insitusi (SOP, regulasi, program, ataupun lainnya) juga sumber daya manusia yang mana hingga saat ini baru mencapai sekitar 31%.

Pembangunan Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta yang dimulai sejak Oktober 2013 terus memperlihatkan perkembangan. Proses pembangunan yang sudah berlangsung selama empat tahun tersebut kini mencapai lebih dari 80% secara keseluruhan. Selain itu, pemasangan track railway juga sudah mulai dilakukan yang mana saat ini telah terpasang sepanjang 1.360 meter dari total keseluruhan panjang rel yaitu sekitar 36 ribu meter. Melihat perkembangan yang ada saat ini, PT MRT Jakarta optimis bahwa MRT tersebut akan bisa beroperasi sesuai dengan jadwal.

Pengerjaan proyek MRT Jakarta untuk struktur bawah tanah telah mencapai lebih dari 90% sedangkan untuk struktur layang telah berhasil diselesaikan hingga 70%.

Nantinya kereta yang akan dioperasikan melalui jalur MRT Jakarta tersebut adalah secara otomatis atau tanpa masinis hanya melalui sistem persinyalan CBTC (Communication-Based Train Control. Ini merupakan teknologi baru di Indonesia.