Jimat Tes CPNS Disita, Fotonya Diunggah ke Medsos

46
Jimat Tes CPNS

Jimat Tes CPNS menjadi salah satu cerita unik dari pelaksanaan tes CPNS gelombang pertama yang merupakan tes kompetensi dasar (TKD) untuk instansi Kementrian Hukum dan HAM. Foto-foto jimat tersebut dapat ditemukan di akun Twitter resmi Badan Kepegawaian Negara.

Cerita tentang jimat ini berawal dari penggeledahan yang dilakukan oleh petugas sebelum peserta tes memasuki ruangan TKD yang dilakukan dengan komputerisasi ini. Sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya, peserta tes hanya diperbolehkan membawa KTP dan kartu peserta ujian. Selain itu, semua barang yang tidak dibutuhkan dilarang untuk dibawa masuk dan diharuskan disimpan di loker yang telah disediakan.

Saat penggeledahan tersebutlah ditemukan berbagai barang-barang aneh yang diduga oleh petugas adalah jimat yang dibawa oleh para peserta untuk memberi keberhasilan dengan kekuatan spiritual. Beberapa diantaranya adalah batu akik yang dibungkus dengan uang sepuluh ribu rupiah, kain putih yang dilipat dan diikat, cincin akik, peniti yang ditusukkan ke sebuah benda menyerupai buah, dan lain-lain. Barang-barang yang ditemukan tersebut kemudian disita petugas, dikumpulkan, dan difoto. Lalu, foto-fotonya diunggah ke media sosial milik BKN.

Jimat tes cpns

Penemuan Jimat Tes CPNS terjadi di beberapa daerah, seperti Yogyakarta, Palembang, dan Semarang. Jumlahnya memang tidak terlalu banyak tetapi menimbulkan perhatian khusus karena masih ada masyarakat yang percaya dengan  tahayul seperti itu di jaman modern seperti sekarang ini.

Pelaksanaan tes CPNS memang dilakukan dengan ketat untuk mendapatkan hasil yang adil bagi seluruh peserta. Oleh karena itulah, ada peraturan tidak boleh membawa barang-barang yang tidak dibutuhkan ke dalam ruangan tes. Jadi, pelarangannya bukan terkhususkan pada jimat tetapi seluruh barang-barang yang tidak dibutuhkan oleh peserta saat menjalani tes.

Pihak panitia pelaksanaan tes CPNS bahkan menggunakan metal detektor untuk menemukan berbagai barang illegal yang mungkin dibawa peserta masuk ke ruangan. Pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk mencari barang yang mungkin lolos dari metal detektor. Loker dengan jumlah yang cukup telah disediakan bagi peserta untuk menyimpan barang-barang pribadi miliknya. Setelah tes selesai, para peserta diperbolehkan mengambil kembali barang-barang tersebut.