Ritual Bersih-Bersih Kota Singkawang, Ratusan Tatung Turun ke Jalan

33

Iterasi.id – Ratusan Tatung turun ke jalanan dalam acara puncak perayaan Imlek dan Anjing Tanah 2569 di kota Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (1/3/2018). Para Tatung ini melaksanakan ritual bersih-bersih kota pada hari ke-14 Imlek atau sehari sebelum puncak perayaan. Sejak Kamis pagi, ratusan Tatung dari berbagai penjuru kota mulai berkeliling dengan masing-masing orang membawa atribut kelenteng. Para Tatung berkeliling mengunjungi kelenteng-kelenteng besar untuk memberikan penghormatan. Ritual bersih-bersih kota ini dimaksudkan supaya Kota Singkawang terhindar dari bencana, aura negatif, terhindar dari penyakit, serta mendatangkan berkah serta memberikan kedamaian dan kesejahteraan untuk masyarakat yang ada di Singkawang.

Ritual sakral ini dilakukan saat menjelang perayaan Cap Go Meh, seluruh tatung mengawalinya mulai berjalan berombongan menuju Pe Kong Tua Vihara Bumi Raya Kota Singkawang untuk mendapatkan restu dari Tian agar sebelum Cap Go Meh berlangsung di seluruh kota, jalanan-gang kota Singkawang bersih dari gangguan roh jahat.

Para peserta tatung menjalani ritual cuci jalan di seluruh vihara yang ada di Kota Singkawang, Kamis (1/3). Jumlah tatung yang datang tidak bisa dihitung dengan jari, karena saking ramainya manusia berkumpul di depan  Vihara Tri Dharma Bumi Raya di pusat Kota Singkawang. Tujuan kedatangan para tatung meminta berkah dari para Dewa untuk kelancaran acara Cap Go Meh pada tahun ini.

Sebagaimana ritualnya cuci, kedatangan para tatung ini berada dalam kondisi kerasukan ketika tiba di vihara. Hal itu bisa terlihat dari pergerakan tubuh para tatung yang rata-rata bergerak di luar kontrol manusia normal, namun hal itulah yang biasanya dilakukan para Tatung dalam acara Cuci Jalan ini.

Setibanya di Vihara  Tridharma Bumi Raya Singkawang itu para Tatung turun dari tandunya menuju ke dalam vihara. Disitu, para Tatung terlebih dulu meminta berkah ke tempat pembakaran dupa yang terletak di sisi kiri dan kanan vihara sebelum masuk ke dalamnya.

Setibanya di dalam vihara, para Tatung melempar semacam dadu berwarna merah untuk meminta peruntungan. Setelah itu, sang Tatung akan bersembahyang dan mengelilingi dalam vihara sebelum akhirnya pergi. Di luar, para rekan Tatung pun telah bersiap untuk membawa sang Tatung konvoi menyempurnakan agendanya sebelum Cap Go Meh tiba.