Prajurit TNI Melamar Kekasih Dengan Aksi Terjun Payung

33

Iterasi.id – Satu per satu para peterjun payung mendarat. Namun, ketika seorang prajurit TNI bernama Kopda Joni Ambuang mendarat, sekali lagi para hadirin dibuat terpukau. Sambil membawa parasutnya yang belum dilipat, Kopda Joni berjalan ke salah satu sudut lapangan. Di tengah-tengah langkahnya, seseorang memberikan sesuatu kepadanya lalu dia sembunyikan di balik parasutnya. Kopda Joni terus berjalan dan tersenyum terpancar terus di wajahnya sepanjang berjalan. Dia lalu menghampiri seorang perempuan berseragam putih. Lalu dari balik parasutnya, dia mengeluarkan sebuah buket bunga. Rangkaian bunga berwarna biru, kuning dan putih itu lalu diserahkannya kepada perempuan itu sambil bersujud dengan satu kaki di depannya. Perempuan itu, Ertyn Pakinja, langsung menyambut buket bunga yang diberikan Kopda Joni. Wajahnya tersipu malu saat memandang Kopda Joni yang tengah bersujud di depannya.

Tepuk tangan menggema di Lapangan Gaspa, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pagi itu. Aksi para penerjun payung dari Kesatuan Brigadir Infanteri Para Raider 3 di langit membuat warga yang hadir dibuat kagum. Hari itu, 15 Februari pagi, dia resmi dilamar. Momen itu langsung diabadikan oleh orang-orang yang berada di sekeliling mereka. Kopda Joni mengaku bahwa rencananya mereka akan menikah pada 14 April mendatang.

Kopda Joni dan Ertyn sudah berkenalan di media sosial Facebook pada November 2017. Awalnya hanya iseng berkenalan. Namun, Kopda Joni mengaku sudah langsung jatuh cinta begitu melihat foto kekasihnya. Interaksi mereka hanya berlangsung di Facebook hingga keduanya memutuskan berpacaran pada Desember 2017. Lalu mereka baru bertemu pada Januari 2018. Saat itu, Kopda Joni yang mendapat tugas untuk terjun payung di Kota Palopo tengah melakukan survei lapangan ke lokasi terjun payung hari ini.

Harapannya, semoga berjalan lancar, enggak ada halangan. Semua itu saya serahkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa,” kata Kopda Joni saat diwawancarai setelah momen romantis itu.

Sementara itu, Ertyn masih tersipu saat ditanyai perasaannya dilamar di depan banyak orang. “Saya sangat senang, terharu dan agak gugup juga. Saya dilamar di depan umum usai melaksanakan terjun payung,” kata perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai perawat di Puskesmas Lam Asi, Kabupaten Luwu, itu.