Berbagai Macam Jenis Imunisasi Pada Bayi

21

Iterasi.id – Imunisasi merupakan usaha yang dilakukan oleh orang tua yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kelangsungan hidup bayinya. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi disebut juga dengan vaksinasi, yaitu pemberian vaksin ke dalam tubuh dengan tujuan memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Bayi dan anak-anak masih sangat rentan terhadap serangan penyakit, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sebaik orang dewasa. Imunisasi pada bayi biasanya dilakukan secara bertahap, dan vaksin yang diberikan disesuaikan dengan usia bayi tersebut. Imunisasi sangat penting bagi bayi anda, karena dengan imunisasi itulah anak anda akan terhindar dari penyakit berbahaya, cacat, dan kematian.  Di Indonesia, imunisasi mulai diadakan pada tahun 1956. Nah, bagi anda para ibu tentu sudah tak asing lagi dengan imunisasi, karena bayi sangat membutuhkan imunisasi tersebut.

Berikut ini adalah macam jenis imunisasi yang dibedakan menjadi beberapa macam, dan pemberiannya disesuaikan dengan usia bayi anda. Berikut ini adalah jenis-jenis imunisasi :

1. Imunisasi Hepatitis B
Pemberian vaksinasi hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali yaitu segera saat bayi lahir, memasuki bulan pertama, dan diantara bulan ke 3 sampai 6. Namun apabila sampai dengan usia 5 tahun anak belum pernah memperoleh imunisasi Hepatitis B, maka secepatnya diberikan imunisasi Hepatitis B dengan jadwal 3 kali pemberian (catch-up vaccination). Imunisasi ini berguna untuk mencegah virus Hepatitis B yang dapat menyerang dan merusak hati dan bila hal itu terus terjadi sampai si anak dewasa akan bisa menyebabkan timbulnya penyakit kanker hati.

2. Imunisasi BCG
Pemberian vaksinasi BCG (Bacillus Celmette-Guerin) ini dilakukan pada bayi yang berusia kurang dari 3 bulan, dan hanya dilakukan sekali seumur hidup. Imunisasi ini berguna untuk mencegah timbulnya penyakit TBC. Bila bayi telah berusia lebih dari 3 bulan namun belum diberi vaksin BCG, maka sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Dan bila hasilnya negatif maka vaksin BCG harus diberikan.

3. Imunisasi DPT
Diberikan dalam rangka dan bermanfaat untuk pencegahan terjadinya penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus. Pemberian vaksin ini diberikan pada bayi pada bulan ke 2, 4, 6, 18, tahun ke 5, dan 12. Penyakit Difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan pernafasan, serta mengeluarkan racun yang dapat melemahkan otot jantung. Sementara penyakit pertusis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri bordetella pertusis yang dapat mengakibatkan radang paru-paru (pneumonia).

4. Imunisasi Polio

Pemberian vaksin polio bertujuan untuk mencegah polio. Ini adalah jenis vaksinasi yang pemberiannya melalui oral (mulut) yang dapat menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan. Imunisasi diberikan sebanyak 4 kali, yaitu saat bayi berusia 1 sampai 4 bulan.

5. Imunisasi Campak
Tujuan pemberian imunisasi campak ini adalah mencegah penyakit campak. Pemberiannya hanya sekali saja yaitu pada saat anak berusia 9 bulan. Pemberiannya dapat diulang pada saat anak masuk SD atau mengikuti program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang dicanangkan pemerintah. Pemberian vaksin ini hanya dilakukan sebanyak dua kali, yaitu saat bayi berusia 9 bulan dan di tahun ke-6. Vaksin ini untuk mencegah penyakit campak pada anak.