Kesenian Tradisional Indonesia yang Berbau Mistis

57

Iterasi.id –  Banyak kesenian tradisional yang berbau mistis dan sangat menarik di Indonesia, dari pertunjukan atau acara adat yang bisa membuat penontonnya berdecak kagum. Indonesia memang kaya dengan beragam seni dan budaya, yang diajarkan secara turun-temurun dari zaman nenek moyang. Hingga saat ini, warisan bangsa tersebut masih terus disimpan dan ditampilkan dalam berbagai kegiatan di hari-hari besar atau pesta. Banyak juga wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia bertujuan untuk mengeksplorasi kebudayaan Tanah Air.

Salah satu yang unik dari bermacam-macam kesenian Indonesia adalah beberapa kesenian yang berbau mistis. Munculnya kesenian-kesenian yang memiliki aura misteri tersebut diyakini tidak lepas dari kepercayaan animisme dan dinamisme di masa lampau. Bahkan, bentuk-bentuk kepercayaan tersebut masih tergambar dalam setiap pertunjukan kesenian di Indonesia saat ini.

1. Kesenian Bambu Gila

Bambu gila merupakan sebuah permainan yang berasal dari Maluku, sebuah permainan traditional. Walaupun hanya sebuah permainan, namun bambu gila bukanlah permainan biasa karena permainan ini memiliki aura mistis yang dapat membuat 5 bahkan lebih orang yang memainkannya akan kelelahan bahkan dapat terpental ketika bambu ini mulai menggila. Biasanya kesenian ini dilakukan oleh tujuh orang pria dan seorang pawang. Sebelum dimulai sang pawang akan membakar kemenyan terlebih dahulu yang diletakkan di dalam tempurung kelapa. Setelah asap kemenyan membumbung tinggi, sang pawang kemudian menghembuskan asap tersebut pada batang bambu yang akan digunakan. Ia lalu mengunyah jahe dan menyemburkannya ke batang bambu untuk memanggil roh para leluhur, agar memberikan kekuatan mistis kepada bambu tersebut. Roh-roh inilah yang kemudian membuat batang bambu seakan menggila.

2. Kesenian Reog Ponorogo

Sesuai dengan namanya, Kesenian Reog Ponorogo adalah salah satu kesenian dari Indonesia yang sangat populer. Bukan hanya di Indonesia saja, melainkan sudah sangat terkenal di dunia. Hal ini dikarenakan kesenian ini sangat unik dan tidak bisa ditemui di tempat lain.  Kesenian ini berasal dari daerah Ponorogo, Jawa Timur. Ini merupakan kesenian yang paling erat kaitannya dengan hal-hal mistis di Indonesia. Reog Ponorogo sering ditampilkan pada acara-acara keadatan hingga pernikahan yang diisi dengan dua atau tiga penari. Konon katanya, para penari justru merasa enteng karena mendapatkan bantuan dari “makhluk halus. Pementasan Reog tidak diselenggarakan setiap hari melainkan hanya pada acara tertentu seperti pernikahan, khitanan, hari kelahiran Ponorogo, menyambut tamu yang dianggap spesial, memperingati hari kemerdekaan dan beberapa hari bersejarah lainnya.

3. Kesenian Debus

Debus adalah kesenian yang dikombinasikan dengan seni tari, seni suara dan kebatinan yang bernuansa penuh magis. Kesenian ini memang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia karena mempertunjukkan berbagai atraksi berbahaya seperti menusukkan kawat ke bagian tubuh, mengiris tangan dengan golok, berjalan di atas pecahan kaca, hingga menyemburkan api dari dalam mulut.

Pertunjukkan dimulai dengan pembukaan (Gembung), yaitu dengan pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad, puji-pujian dan dzikir kepada Allah yang diiringi instrumen tabuh selama kurang lebih tiga menit. Lalu dilantunkan nyanyian berupa dzikir dengan suara keras, melengking, bersahut-sahutan dengan iringan tetabuhan. Bagian ini disebut Beluk dan dilakukan hingga pertunjukkan berakhir.

4. Kesenian Kuda Lumping

Tari Kuda Lumping Tarian Berasal Dari Pulau Jawa. Tari ini biasa disebut juga dengan jaran kepang atau jathilan. Kuda lumping adalah tarian tradisional jawa yang menampilkan sekelompok prajurit yang tengah menunggang kuda. Seni tari yang dimainkan dengan menggunakan peralatan berupa kuda tiruan yang dibuat dari anyaman bambu atau kepang yang diberi cat warna warni dan diberi motif seperti kuda dan diberi rambut tiruan. Seringkali dalam pertunjukan tari kuda lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, kekebalan dihujani cambukan pecut, dan lain-lain. Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada zaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda. Dalam perkembangannya, kesenian Kuda Lumping kerap menampilkan sosok penari yang mengalami kesurupan. Tak heran jika kesenian ini identik dengan hal-hal berbau mistis.