10 Makanan Tradisional Enak Khas Bali

153

Iterasi.id – Bali merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan dalam negeri dan mancanegara. Tidak lepas dari tempat wisata pasti ada makanan khas yang hanya dapat di temukan di Bali, karena beberapa makanan yang menggunakan bumbu rahasia hanya bisa di temukan di Bali  saja. Berikut 1o makanan tradisional khas Bali yang bisa membuat Anda ketagihan:

1. Tum Ayam

Tum ayam sesuai dengan namanya, menu dari daerah bali ini tentu menggunakan bahan dasar daging ayam dalam pembuatannya. Dari namanya saja sudah dapat diketahui bahwa masakan ini adalah masakan yang proses memasaknya adalah dengan cara di kukus, dari kata “tum” yang itu berarti di bungkus dengan sejenis daun (biasanya daun pisang). Jadi, bisa juga dikatakan bahwa masakan ini tentu tidak akan sulit untuk kita buat bahkan meski itu untuk kita yang baru belajar masak sekalipun.

 

2. Babi Guling

Babi guling (be guling) Babi yang diputar-putar yang terbuat dari anak babi betina atau jantan yang perutnya diisi dengan bumbu dan sayuran, misalnya daun ketela pohon, lalu dipanggang sambil diputar-putar sampai matang. Awalnya babi guling digunakan untuk sajian upacara adat atau keagamaan. Namun kini babi guling dapat ditemukan dengan mudah di berbagai rumah makan, warung, dan hotel-hotel di Bali. Babi guling yang paling terkenal berasal dari Kabupaten Gianyar ada juga yang menjual makanan ini di daerah Yogyakarta.

3. Nasi Tepeng

Nasi Tepeng merupakan makanan khas yang berasal dari Gianyar, makanan yang dimasak dengan campuran lengkap rempah-rempah dan lada membuat terasa pedas di lidah. Apalagi bagi Anda yang menyukai makanan pedas, makanan ini cocok sekali. Ditambah dengan sayuran seperti kacang panjang, kacang merah, nangka muda, terong, daun kelor, dan kelapa parut menjadikan Anda semakin ingin memakannya.

 

4. Srombotan

Srombotan merupakan sayuran khas Klungkung, Dewata Bali berupa lalapan sayur seperti pecel yang berisikan kangkung, kacang panjang, dan kubis yang diberi bumbu yang disebut kalas. Kalas yaitu santan yang diberi kunyit tumbuk, lengkuas, bawang merah, bawang putih, ketumbar dan sedikit kencur lalu dimasak hingga kental. Kalas inilah yang menjadi ciri khas srombotan. Srombotan ini harus disajikan dengan bumbu kacang dan bumbu pedas yang dicampur hingga merata. Makanan serombotan ini di jawa mungkin biasa disebut dengan urapan, bahkan sebagian orang menamakan makanan serombotan ini adalah pecel khas dari bali.

5. Nasi Jinggo

Nasi Jinggo adalah makanan khas Pulau Dewata yang sudah sangat terkenal, baik bagi para warga masyarakat Bali sendiri maupun wisatawan yang datang berkunjung. Nasi jinggo merupakan makanan khas Bali berupa nasi putih yang disajikan dalam bungkus daun pisang dengan lauk pauk dan sambal. Nasinya disajikan seukuran kepalan tangan saja dan lauk pauknya biasanya adalah sambal goreng tempe, serundeng dan ayam suwir. Porsinya yang kecil mirip dengan nasi kucing khas angkringan Jawa Tengah.

6. Lawar

Lawar adalah masakan berupa campuran sayur-sayuran yang direbus dicampur dengan daging yang dicincang dan di campur dengan bumbu-bumbu Bali dan kelapa yang diparut, kelapa yang dipanggang, dan daging cingcang yang dibumbui. Daging yang digunakan adalah daging sapi, babi, ayam, itik, dan penyu. Sementara sayurnya terdiri dari buah nangka muda, pepaya muda, daun jarak, dan kacang-kacangan. Ada 5 jenis lawar yang digunakan untuk sesajen oleh masyarakat Bali yaitu, Lawar tulen, Lawar abang, Lawar penyon, Lawar putih dan Lawar ijo.Lima jenis lawar ini melambangkan empat arah angin yaitu Utara, Selatan,Timur,Barat dan lawar ijo yang berada di tengah.

7. Bubur Mengguh

Bubur mengguh merupakan makanan asli daerah Tejakula Bon Dalemk Kab. Buleleng, Bali. Menurut Masyarakat Bali bubur ini sering disajikan pada saat upacara-upacara adat. Bahan dasar membuat makanan ini yaitu beras dan santan kemudian disajikan bersama ayam suwir yang telah dibumbui, kemudian di sirami kuah ayam yang kental plus ditambah urap sayur sehingga menghasilkan citarasa yang lezat, enak, gurih, pedas perpaduan yang sempurna sangat cocok dijadikan sebagai menu sarapan Anda.

 

8. Sate Plecing

Sate adalah menu khas Nusantara, dan bisa berbeda-beda cara penyajian dan bumbunya di setiap daerah. Namun secara umum, sate adalah makanan yang terbuat dari daging yang dibakar, dengan menggunakan bumbu dan saus yang terbuat dari beragam rempah. Sebelum dibakar diatas arang, daging sate direndam kedalam bumbuh rempah, setelah matang, sate di beri saus yang terdiri dari kacang, terasi, bawang mentah, gula merah, dll. Nah, untuk kali ini kita akan membuat sate plecing.

Bumbu plecing yang pedas dan segar khas Lombok, banyak juga ditemui di beberapa masakan Bali. Seperti pada resep sate plecing ini. Untuk bahan dasar daging, anda bisa menggunakan daging sapi atau daging ayam sesuai dengan selera anda. Untuk cabai rawit, anda bisa menambahkan jumlah yang sesuai dengan tingkat kepedasan yang anda inginkan.

9. Sate Lilit

Sate Lilit adalah sebuah varian sate asal Bali. Sate ini terbuat dari daging babi, ikan, ayam, daging sapi, atau bahkan kura-kura yang dicincang, kemudian dicampur dengan parutan kelapa, santan, jeruk nipis, bawang merah, dan merica. Daging cincang yang telah berbumbu dilekatkan pada sebuah bambu atau tebu, kemudian dipanggang di atas arang. Tidak seperti sate lainnya yang dibuat dengan tusuk sate yang sempit dan tajam, tusuk sate lilit berbentuk datar dan lebar. Permukaan yang lebih luas memungkinkan daging cincang untuk melekat. Istilah lilit dalam bahasa Bali dan Indonesia berarti “membungkus”, yang sesuai untuk cara pembuatan sate ini.

10. Ayam / Bebek Betutu

Ayam / bebek betutu yang berasal dari Kuta merupakan masakan kebanggaan masyarakat Bali, makanan ini adalah makanan kesukaan para raja di Bali.  Dengan cara memasaknya cukup unik, yaitu daging ayam / bebek yang telah dibumbui harus dipijat-pijat terlebih dahulu agar daging bebek akan menjadi empuk dan bumbunya meresap hingga ke tulang. Lalu dibungkus dengan menggunakan daun pisang atau daun pinang lalu dipanggang dalam api sekam. Proses memasak bebek betutu membutuhkan waktu 6-7jam sehingga bebek betutu hanya dimasak ketika ada acara adat atau upacara keagamaan. Salah satu produsen betutu adalah Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.