Novanto Tidak Terbuka Dalam Sidang Terakhir Kasus E-KTP

9

Iterasi.id – Sidang korupsi proyek e-KTP memasuki sidang terakhir dengan pemeriksaan Setya Novanto sebagai terdakwa. Majelis Hakim mengingatkan agar Novanto secara terbuka mengungkap peristiwa kongkalikong korupsi terhadap proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Ketua majelis hakim Yanto menilai, keterangan Setya Novanto dalam sidang pemeriksaan terdakwa belum sepenuhnya buka-bukaan. Yanto menilai, Novanto belum memenuhi syarat pemohon saksi pelaku yang bekerjasama atau justice collaborator. “Keterangan anda masih setengah hati. Seharusnya ikhlas, tapi keterangan anda aliran Andi tidak benar sangat bertentangan dengan ini,” ujar Ketua Majelis Hakim Yanto sambil mengangkat surat permohonan JC milik Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

Menurut Yanto, pemohon justice collaborator haruslah seseorang yang mengakui telah melakukan tindak pidana. Namun, bersedia menjadi saksi untuk membantu membuat perkara menjadi terang dan mengungkap keterlibatan pelaku lain. Hakim Yanto merunut keterangan sejumlah saksi yang bertolak belakang dengan keterangan Novanto. Dimulai dari jatah hasil korupsi proyek e-KTP ke DPR, pengaruh Novanto dalam pembahasan proyek tersebut, termasuk vendor pada proyek yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Bahkan, Novanto tidak mengakui menerima uang, seperti dalam surat tuntutan jaksa. Yanto mengatakan, keterangan Novanto malah seolah-olah mengungkap kesalahan orang lain. Sementara, Novanto sendiri menyangkal perbuatan yang dia lakukan. “Ini keterangan terdakwa setengah hati. Kalau mengarah ke yang lain, Anda bilang betul. Tapi kalau keterangan yang mengarah ke saudara, saudara bilang enggak tahu. Ini sadar kan saat membuat permohonan justice collaborator?” Kata Yanto.