5 Fakta Unik Desa Wae Rebo di Flores yang Menarik untuk Dikunjungi

17

Iterasi.id – Desa Wae Rebo yang berada di Flores, Nusa Tenggara Timur yang sukses dalam meraih gelar juara umum pada Anugerah Pesona Indonesia 2016, tentunya pesona wisata Nusa Tenggara Timur (NTT) tak perlu diragukan lagi keindahannya.

Tertarik untuk datang ke Wae Rebo? Perjalanan bisa dimulai dari Denpasar menuju Labuan Bajo menggunakan pesawat. Setelahnya, dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Denge, desa terdekat dengan Wae Rebo yang masih bisa diakses kendaraan. Di Denge terdapat homestay untuk keperluan istirahat para wisatawan sebelum berangkat atau sesudah dari Wae Rebo. Dari Denge, wisatawan harus mendaki dan membelah hutan sejauh 9 km sekitar 4 jam perjalanan.

Trip ke Wae Rebo memang memakan waktu dan biaya yang tak sedikit. Tapi, semua itu tak akan sebanding dengan pengalaman berharga yang akan didapatkan. Wae Rebo tak hanya alamnya yang indah, melainkan juga memperkaya wawasan dan memberikan setiap pengunjungnya pandangan baru tentang kehidupan.

Berikut ini adalah fakta unik dari desa Wae Rebo di Flores, NTT:

1. Termasuk Salah Satu Desa Tertinggi di Indonesia

Desa Wae Rebo termasuk ke dalam daftar desa tertinggi di Indonesia. Berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut yang membuat Wae Rebo kerap dihiasi dengan kabut tipis setiap paginya.

Kabut tipis ini akan turun perlahan-lahan dari perbukitan sekitar dan menyelimuti seluruh desa dengan kabut. Karena lokasinya yang berada pada ketinggian yang cukup tinggi, untuk mencapai Desa Wae Rebo ini Anda harus melakukan trekking selama dua hingga tiga jam melalui medan yang cukup sulit maka disarankan jika ingin berkunjung ke desa yang unik ini harus menyewa guide trekking yang berpengalaman.

2. Memiliki Tujuh Rumah Utama

Rumah adat Mbaru Niang di Desa Wae Rebo dianggap sangat langka dan berlokasi di atas pegunungan. Memiliki bentuk yang cukup unik, yaitu seperti lumbung kerucut dan hanya berjumlah tujuh buah saja.

Setiap rumah dihuni oleh enam hingga delapan keluarga. Mbaru Niang terdiri dari lima lantai dengan atap daun lontar dan ditutupi oleh ijuk. Setiap pengunjung yang datang akan dijamu di dalam satu Mbaru Niang yang disediakan khusus untuk menyambut wisatawan yang datang melancong. Pengunjug akan di berikan fasilitas seadanya dan dapat berbaur dengan kehidupan khas desa Wae  Rebo dan anda bisa menikmati kopi khas flores.

3. Memiliki Hari Spesial

Setiap bulan November, warga di Desa Wae Rebo merayakan Upacara Adat Penti, yaitu perayaan untuk mengucapkan rasa syukur berkat hasil panen yang didapatkan dalam setahun serta memohon keharmonisan dan perlindungan dari yang maha kuasa. Jika anda ingin melihat kegiatan ini anda harus menyesuaikan jadwal anda.

 

4. Bendera Dipasang di Atas Rumah Adat

Saat Upacara Kemerdekaan Wae Rebo tetaplah bagian dari Indonesia. Ketika Hari Kemerdekaan, selalu ada upacara untuk memperingatinya. Untuk melaksanakan kewajiban sebagai warga negara Indonesia warga Wae Rebo akan memasang bendera Indonesia di atas rumah adat yang berbentuk kerucut tersebut saat upacara bendera berlangsung.

5. Penduduk Wae Rebo adalah Keturunan Minang

Walaupun Wae Rebo adalah perkampungan di Manggarai Barat, NTT, tetapi ternyata warga desanya mengklaim bahwa mereka adalah keturunan Minang dari Sumatera Barat. Empo Maro, nenek moyang Wae Rebo berasal dari Minangkabau yang merantau hingga ke Flores dan berpindah-pindah tempat tinggal hingga akhirnya menetap di kawasan yang sekarang menjadi Desa Wae Rebo ini.