8 Virus Mematikan yang Diwaspadai oleh WHO di 2018

38

Badan Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO) memiliki metode khusus untuk memperkirakan virus penyakit apa yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengancam kesehatan diseluruh dunia. Virus dinilai berdasarkan kemungkinannya untuk terjadinya wabah yang mematikan.

Di tahun 2018 ini WHO mengeluarkan laporan terbaru setidaknya ada 8 virus yang harus diwaspadai. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari situs resmi WHO:

1. Rift Valley fever (RVF)

Rift Valley fever (RVF) atau demam Rift Valley sejenis demam yang terjadi akibat serangan virus zoonosis hewan ternak, infeksi dari virus ini pula akhirnya mampu menyerang manusia dengan menunjukkan gejala awal infeksi yaitu demam. Cara infeksi diidentifikasi akibat dari gigitan vektor seperti nyamuk, biasanya dari spesies Aedes atau Culex. Penyakit ini terjadi akibat serangan RVF virus, yang tergolong dalam genus Phlebovirus (famili Bunyaviridae). Sama seperti penyakit lainnya, RVF mendapatkan nama sebutan itu karena pertama kali diidentifikasi di daerah Rift Valley, Kenya, tahun 1931. Orang yang terinfeksi RVF bisa mengalami masalah penglihatan hingga berujung kebutaan dan juga kematian.

2. Penyakit X

Disease X atau penyakit X adalah penyakit misterius yang belum diketahui pasti penyebabnya namun diprediksi dapat memicu pandemik di seluruh dunia dan membunuh jutaan nyawa. Disebutkan bahwa Disease X bisa saja buatan manusia dan bukan dari alam. Hal ini muncul karena kekhawatiran penggunaan dan pengembangan senjata kimia maupun biologi yang semakin mencuat.

3. Zika

Zika adalah virus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dan bisa menyebabkan kecacatan bila menginfeksi ibu hamil. Anak yang lahir dari ibu terinfeksi dapat mengalami mikrosefali atau kepala kecil karena otak tak berkembang sempurna. Meski ketika menginfeksi gejala Zika sendiri ringan dan jarang menimbulkan kematian.

4. Crimean-Congo Hemorrhagic Fever (CCHF)

CCHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari keluarga Bunyaviridae yang disebarkan oleh kutu. Nama “Crimean-Congo” diambil dari tempat pertama kali penyakit diidentifikasi yaitu daerah Crimea dan Congo pada tahun 1944-1969. Orang yang terinfeksi CCHF bisa mengalami gejala demam, nyeri otot, pusing, nyeri leher, dan sensitif terhadap cahaya. Beberapa hari setelah terinfeksi pasien juga bisa mengalami mood swing, kebingungan, ngantuk, dan depresi. Belum ada vaksin untuk CCHF yang tingkat penyembuhannya mencapai sekitar 10-40 persen. Biasanya pasien meninggal karena kegagalan organ ginjal dan hati.

5. Ebola dan Marburg

Ebola dan Marburg hemorrhagic fever adalah penyakit zoonosis yang dapat menekan respon kekebalan dan menimbulkan peradangan sistemik, yang menyebabkan terganggunya keseimbangan fungsi pembuluh darah dan sistem imun. Hal ini mengakibatkan kegagalan multifungsi organ tubuh dengan tingkat kematian berkisar antara 50-90% pada manusia dan primata.1

Virus Ebola saat ini dibagi menjadi lima spesies yaitu, Zaire ebolavirus (ZEBOV), Sudan ebolavirus (SEBOV), Tai Forest ebolavirus, Reston ebolavirus (REBOV) dan Bundibugyo ebolavirus. Distribusi geografis virus Ebola terdapat di wilayah Afrotropik terutama di hutan hujan Afrika Tengah dan Barat, serta REBOV terdeteksi juga di Filipina. Reservoir virus ini diduga berasal dari kelelawar. Akhir-akhir ini mulai banyak dilaporkan adanya kasus Ebola di daerah endemis Afrika, bahkan telah dilaporkan menyebar ke negara lain yang bukan endemis melalui lalu lintas manusia. Selain itu, karena virus ini sangat patogen virus ini juga mempunyai potensi untuk digunakan sebagai senjata biologik, sehingga virus Ebola menjadi perhatian bagi kesehatan masyarakat di dunia.

6. Demam Lassa

Demam Lassa adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Lassa dari serangan gigitan hewan pengerat dari keluarga arenaviridae. Pertama kali diidentifikasi di kota Lassa pada tahun 1969, orang yang terinfeksi oleh virus dapat mengalami gejala yang mirip seperti Ebola. Saat ini demam Lassa dilaporan tengah mewabah di Nigeria dengan jumlah korban meninggal mencapai 90 orang. Bila seorang ibu hamil terinfeksi demam Lassa maka ada 80 persen kemungkinan sang anak atau dirinya sendiri meninggal dunia. Belum ada vaksin untuk demam Lassa.

7. MERS dan SARS

Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah dua penyakit infeksi pernapasan oleh virus. Kedua penyakit tersebut sempat menjadi wabah membuat berbagai negara termasuk Indonesia bergerak mencanangkan program pencegahan. MERS dan SARS diwaspadai karena kemampuannya yang begitu mudah untuk menular. Diduga orang yang sakit dapat menginfeksi orang lain di sekitarnya hanya dengan batuk saja.

8. Nipah

Virus nipah adalah jenis virus baru dari hewan yang pertama kali diidentifikasi di sungai Nipah, Malaysia, tahun 1998. Gejalanya hampir sama seperti penyakit sindrom pernapasan akut dan diketahui bisa juga menyebabkan kasus radang otak yang fatal. Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia tanpa ada vaksinnya.